, , ,

desain yang ramah ....

Share
Ketika bertemu klien, saya dan rekan saya seperti biasa meminta si klien menceritakan permintaan atau keinginannya. Ia ingin membangun rumah keduanya di tanah yang ukurannya 150m2. Kemudian saya bertanya tentang apa yang ia inginkan pada rumah tersebut, sebagai prioritas pertamanya. Kami ingin lebih dekat juga dengan cara ngobrol-ngobrol santai, sore hari di teras belakang yang asri.

"Saya mau di ruang bawah itu hanya kamar utama saja, yang cukup luas. Dengan kamar mandi ya.., lalu ada ruang shalat, kamar tamu juga ok, kalau masih cukup." jelasnya. Kemudian ia menambahkan, semua harus easy maintenance. Ia tak mau menghabiskan waktu untuk bersih-bersih rumah. Dan berlanjut dengan ruang-ruang di atas. Sampai di sini saya belum ketemu keinginannya yang paling mendasar, semua masih umum saja. O ya kecuali kamar utama yang sedemikian besar dan pintunya juga besar pula. Saya pun bertanya soal ini, seberapa besar yang diinginkan?

"Cukup besar, 9 x 10 meter, gimana?," tanyanya. Ya tidak apa-apa sih, tentu saja. Tapi buat apa ya, mengingat ruang lain belum kebagian tempat. Dia juga ingin ada ruang tamu atau keluarga yang lapang di lantai bawah. "Begini, saya dan suami sudah tua. Kalau kami meninggal, saya tidak ingin orang lain susah dengan ruang-ruang yang sempit," katanya. Hmm.. ya betul juga, tapi hmm..saya yakin mereka belumlah terlalu tua. "Demikian juga pintu-pintu di ruang bawah, jangan ada yang sulit dilewati, terutama ketika mengangkat keranda jenazah." imbuhnya. Dia mencontohkan rumah lamanya dengan pintu masuk yang berbelok-belok, "Coba deh kalo kayak gini, katanya fengshui-nya bagus, tapi gak mungkin keranda bisa lewat pintu depan, terus mau lewat mana?" Saya dan rekan jadi agak ngeri membayangkannya. Pemikiran yang jauh dan bagus, tapi hmm..horor gitulah.

Dan klien kami pun menangkap ekspresi keterkejutan itu, ia menimpali, "Hehe.. tenang saja, kita semua punya tujuan ke sana kan?" Saya tersenyum saja mendengarnya. Dan diskusi pun berlanjut masih seputar akses dan ruang-ruang jika si klien meninggal. Duh.. kenapa yang kepikiran di saya, konsepnya jadi spooky begini yah.. seperti, 'nanti malaikat-malaikat perlu lewat pintu khususkah?' Setelah beberapa lama, akhirnya terlontar juga kata kunci tentang style rumah yang dia mau. Lega juga rasanya, paling tidak, jadinya nanti rumah kecil yang manis, bukan suasana kematian seperti yang diceritakan di awal.

Tidak ada yang aneh karena setiap desain selalu memperhatikan kebutuhan saat ini dan di masa depan. Kalau ada desain bangunan ramah lingkungan, barangkali segera akan menjadi trend pula desain ramah kematian.

2 komentar:

Rachmadi Triatmojo mengatakan...

ada ada aja ramha kematian...
kalau desain ramah kehidupan gimana ?

MYA mengatakan...

ramah kehidupan tentu saja desain yg bisa membuat seseorang merasa happy selalu..