, ,

Jejak Arsitektur Soekarno di Bengkulu

Share
Saat berkunjung ke Bengkulu, saya menyempatkan diri untuk mendatangi rumah pengasingan Presiden Soekarno di masa pra kemerdekaan. Tempat ini menjadi tujuan wisata kota Bengkulu, saya menemui banyak toko suvenir, warung makan, dan penginapan tak jauh dari rumah tersebut. Di kanan kiri rumah sedang ada pembangunan gedung, kata penjaga rumah, gedung di kiri rumah untuk ruang pertemuan, sementara di kanannya akan dibangun hotel.

Saya cukup membayar Rp 2.500 saja untuk bisa masuk ke dalam rumah. Rumah pengasingan ini sesungguhnya milik seorang saudagar Cina yang disewa oleh pemerintah Belanda untuk "membuang" Bung Karno di tahun 1938. Saya bisa melihat ornamen Cina pada lubang angin di atas pintu dan jendela. Rumah penuh buku yang pernah dibaca Bung Karno selama pengasingan. Saya membayangkan Bung Karno membaca buku-buku itu di beranda depan atau belakang yang adem. Halaman di sekitar rumah luas dan posisi rumah masuk ke dalam, jauh dari jalan raya.

Tapi Bung Karno di pengasingan tidak hanya diam membaca buku. Sebagai seorang arsitek, beliau merancang beberapa bangunan di Bengkulu. Ada 4 rumah tinggal, tapi hanya 2 yang terbangun: rumah kembar untuk refendaris residen dan rumah seorang demang. Bung Karno juga merenovasi masjid Jami' Bengkulu yang kini menjadi ikon kota Bengkulu.


Mbak Yuke Ardhiati pernah menulis dalam disertasinya yang hebat soal kearsitekan Bung Karno: pada tahun ketika diasingkan di Bengkulu merupakan periode awal intelektual Bung Karno sebagai insinyur-arsitek. Dalam disertasi itu pun terungkap bahwa Bung Karno mengidolakan Frank Lloyd Wright yang diturunkan oleh Prof. Schoemaker, guru arsitektur Bung Karno.

Bung Karno di Bengkulu ternyata juga membuat usaha mebel. Nama tokonya? Perusahaan Mebel Sukamerindu, sesuai dengan nama jalan tempat toko itu ada. Toko ini beliau bangun bersama dengan pengusaha Cina bernama Oei Tjeng Hien. Bung Karno bertindak sebagai desainer furnitur. Mereka pun pernah mengikuti pasar malam untuk memamerkan desain-desain mebel. Dan Bung Karno pernah membuatkan meja rias untuk Fatmawati, gadis asli Bengkulu yang dijumpai saat pengasingan dan kelak menjadi ibu negara.

Gambar di kiri ini adalah bangunan Masjid Jami' Bengkulu. Dalam suasana penuh keprihatinan, Bung Karno tetap bisa menghasilkan karya arsitektur. Beliau menjalani pengasingan di Bengkulu hingga 1942.

0 komentar: