,

481 tahun Jakarta

Share
Kami memang bukan orang Jakarta asli, kami cuma pendatang yang numpang cari makan di sini. Terus terang, banyak yang belum kami ketahui tentang Jakarta. Kebetulan di hari ulang tahun Jakarta kali ini, kami terpengaruh oleh siaran televisi yang hampir semua bernuansa Betawi-betawian. Lalu benak kami sedikit bertanya-tanya bagaimana kondisi Jakarta pada 22 Juni, 481 tahun lalu. Hasil pencarian kami tak banyak, mungkin banyak, tapi tiap sumber punya versi cerita yang berbeda-beda dan tak saling melengkapi. Namun, lumayanlah untuk sekadar mendapat sedikit gambaran.

Menurut versi situs pemda DKI, tanggal 22 Juni 1527 sebetulnya adalah satu hari ketika seorang pemuda bernama Fatahillah (entah benar atau tidak, ada yang menyebut beliau adalah nama lain Sunan Gunung Jati) menyebut kota ini: Jayakarta. Jayakarta sendiri adalah nama seorang pangeran yang pernah menjadi bupati Sunda Kalapa.


Sebelumnya, daerah ramai ini memang bernama Sunda Kalapa, konon Kalapa merupakan daerah pelabuhan yang dimiliki oleh Kerajaan Sunda (Tarumanegara?) beribukota Pajajaran (kira-kira saat ini adalah kota Bogor). Kalapa yang strategis membuat bangsa penjajah tak hentinya berdatangan. Walau sempat diusir oleh Fatahillah, tapi akhirnya penjajah dapat menguasai wilayah ini. Mereka punya nama sendiri: Batavia. Sejak itu, penjajah membuat sejumlah kanal dan bangunan-bangunan, Batavia pun terus berkembang ke selatan. 

0 komentar: