,

Sensasi Menata di Rumah

Share





menata berarti merubah dan mengkomposisikan elemen menjadi lebih nyaman, lebih seimbang, lebih berarti, saat dipandang, saat dirasakan, dan saat difikirkan.



Maka tak heran aktivitas menata bisa terkait langsung dengan kepribadian kita. Semakin sering kita menata elemen di rumah, smakin jelas kita memiliki "sense of belonging" yang tinggi pada lingkungan kita. Hidup membutuhkan keseimbangan. Dan keseimbangan itu tidak hanya datang dari pikiran kita, tapi juga dari cara menyeimbangkan diri dengan elemen-elemen yang ada di lingkungan sekeliling.

Hmmm...Semakin mudah rasanya kita mendapatkan keseimbangan bila semua elemen saling tersusun dengan komposisi yang indah, saling terkait satu sama lain, dengan chemistry (semangat) yang sama atau kadang saling berhubungan. Layaknya makhluk hidup, lingkungan memiliki bahasanya sendiri...Namun maknanya selalu bisa kita rasakan. Lingkungan yang baik memberi makna kenyamanan, lingkungan yang buruk memberikan semangat memberontak...

Kembali melihat isi rumah. Kesan pertama sangat penting ketika kita menikmati sebuah ruangan. Istilah "don't judge a book by it's cover" tak berlaku. Mata tak akan membohongi hati dan fikiran saat melihat elemen-elemen di rumah. Benda mati hanya memiliki bentuk, warna, tekstur, tergantung bahan pembuatannya. Maka tak ada nilai-nilai subjektif yang bisa mengaburkan kesan yang kita terima pertama kali terhadap elemen ruang. Komposisi dan proporsi secara tak langsung mengikat bentuk ruang. bentuk ruang yang bisa diistilahkan dengan shape menjadikan ruang memiliki pesan yang bisa kita tangkap.

Lihatlah ruang seperti kita berada dalam sebuah prosesi ritual inagurasi diri kita sendiri. Proses adaptasi tersebut akan terasa hingga kita mengenal secara detail setiap elemen-elemen penyusun ruang. Saat inagurasi selesai, akan selalu timbul keinginan untuk menambah, mengurangi, atau merubah tatanan dari elemen ruang atau warna dan bahan penyusun elemen ruang. Kita akan ingin terus menikmati makna baru.



Menata ruang tak lain adalah proses memaknai diri. Dan berubah adalah sebuah tuntutan yang didakwakan pada insan-insan yang terus belajar, hingga ia mengenal, memahami, dan mensyukuri makna-makna yang terkandung di alam...

1 komentar:

MYA mengatakan...

hayo ayo, pada nulis lagi dong, bapak reporter gimana nih. kok jadi jarang nulis lagi, hehehe... btw Anis tulis ttg tempat tinggalmu dong, pengen tau nih:D