,

Arsitek Korban Politik

Share
Hebohnya dunia politik nasional saat ini mau tak mau membuat saya ikut-ikutan terbawa emosi. Barangkali memang karena peran media yang sering berlebihan dalam memberitakan sesuatu jadi saya pun mudah terpancing. Tapi, di luar itu semua saya jadi teringat seorang arsitek terkenal yang pernah tersandung masalah politik. Jorn Utzon, perancang Sydney Opera House yang fenomenal itu ternyata belum pernah mengunjungi bangunan tersebut karena masalah politik di masa lalu.


Jorn Utzon
Bermula dari kemenangannya dalam kompetisi desain gedung opera di Sydney, Jorn Utzon tidak serta-merta mendapat kemudahan. Desain struktur yang “ajaib” di masa itu cukup menyulitkan pelaksana konstruksi dalam merealisasikannya. Sampai tahun 1961, belum ada solusi permasalahan konstruksi, hingga Utzon sendiri turun tangan memikirkan detail konstruksinya. Ia pun pindah ke Australia tahun 1962.

Hambatan kedua datang dari pihak pemerintah Australia. Para pejabat negara di New South Wales (1965) banyak mengkritik proyek gedung opera Sydney. Ia pun terlibat konflik dengan salah satu pejabat setempat bernama David Hughes. Tanpa jadwal pembangunan yang jelas akibat desainnya tidak masuk akal, Utzon dianggap sebagai orang asing yang menghabis-habiskan uang negara. Ketegangan memuncak ketika pemerintah menghentikan pendanaan terhadap proyek gedung opera Sydney. Saat itu, Utzon tak lagi bisa membayar stafnya dan diminta untuk mengundurkan diri.

Utzon meninggalkan Australia pada tahun 1966 akibat tekanan politik dan pers Australia. Proyek gedung opera Sydney tetap dikerjakan oleh pihak lain. Ketika Utzon berhenti, pengerjaan struktur atap sudah hampir rampung. Secara keseluruhan, gedung ini akhirnya selesai dan diresmikan Agustus 1973. Sayangnya, Utzon tidak diikut sertakan saat peresmian gedung, bahkan namanya pun tidak disebut-sebut. Sungguh ironis..

Penghargaan di Usia Senja
Penghargaan demi penghargaan untuk Utzon baru datang berpuluh tahun kemudian. Maret 2003, Utzon mendapatkan Honorary Doctorate dari University of Sydney. Dalam rangka merenovasi gedung, Utzon kini kembali dilibatkan. Juga di tahun 2003, ia mendapatkan penghargaan Pritzker Prize sebagai peraih penghargaan tertinggi. Bahkan di tahun 2007 lalu, Sydney Opera House ditetapkan sebagai World Heritage Site.

Namun, apa daya. Berulang kali Utzon diundang ke Australia tapi ia sudah terlalu tua dan sakit untuk bepergian. Utzon mengutus anaknya, Jan Utzon untuk menghadiri acara-acara kehormatan tersebut. Dalam peresmian gedung opera setelah renovasi, Jan Utzon berkata,”Tanpa ayah saya datang ke sini, sebagai perancangnya, ia tinggal memejamkan mata untuk bisa merasakan gedung opera ini.”

Utzon meninggal dunia di Copenhagen, 29 November 2008 karena serangan jantung . Bulan Maret 2009 lalu, peringatan atas meninggalnya Jorn Utzon berlangsung dalam sebuah konser rekonsiliasi di Concert Hall, Sydney Opera House. Yah begitulah, dulu dihujat-hujat, sekarang malah dipuja. Tidak apalah, daripada dipuja dahulu, tapi dihujat kemudian.

0 komentar: