Keluarga besar saya tinggal di Surabaya. Beberapa kali saya mesti ke sana untuk menengok saudara yang sakit, terutama yang sudah berusia lanjut. Jadi, masuk-keluar bangunan rumah sakit di sana sudah lumrah bagi saya. Sakitnya tidak hanya hitungan hari, bisa berminggu-minggu atau berbulan-bulan, kadang harus berganti-ganti rumah sakit tergantung perkembangan si sakit.
Keluarga yang sedang sakit biasanya dirawat di Rumah Sakit Darmo dan Rumah Sakit Islam Jemur Sari. RS Darmo, karena dokter-dokternya dianggap lebih senior dan piawai, sedangkan RSI Jemur Sari dekat dengan lokasi tempat tinggal beberapa keluarga. Ada juga rumah sakit lainnya, tapi yang 2 saya sebut di atas lebih sering saya kunjungi sehingga meninggalkan beberapa kesan tertentu.
Saya senang dengan bangunan 2 rumah sakit itu, sebab keduanya berdesain yang nyaman untuk manusia tropis seperti saya. Ada taman-taman di sisi-sisi koridor rumah sakit lengkap dengan pohon dan perdu-perduan. Kami para penunggu si sakit bisa duduk-duduk di kursi atau dinding pembatas rendah di pinggir-pinggir taman. Jangan salah, di rumah sakit bukan cuma pasien yang menderita, keluarganya juga sama. Mereka pasti lelah dan tak jarang stres karena kesulitan biaya. Juga ahli medis dan jajarannya yang bekerja siang malam. Bagi saya, adanya taman membuat suasana lebih ceria.
Oya, saya juga senang dengan teras-terasnya yang lebar (karena untuk kebutuhan sirkulasi di rumah sakit) dan koridornya berada di sisi luar bangunan, bersebelahan dengan taman-taman itu. Selasar-selasar panjang yang terbuka membuat udara dapat berganti setiap saat, dan bagi saya ini menyenangkan. Bedakan bila rumah sakit bersetting gedung tertutup yang kiri-kanannya tembok yang tertutup. Saya membayangkan si sakit barangkali sedikit terhibur dengan suasana begini. Syukur-syukur kalau bisa sekalian menyembuhkan penyakitnya.
Mungkin karena keterbatasan lahan, rumah sakit sulit untuk menjadi lebih manusiawi. RS Darmo memang bangunan Belanda yang berlahan luas sehingga bisa menciptakan lansekap di sana-sini. Tapi, RSI yang baru terbangun sekitar awal 2000-an dan lahannya terbatas juga tetap bisa memiliki banyak taman. Memang ruang rawat inapnya mungkin tidak seberapa, mungkin arsitek atau ownernya lebih mementingkan suasana yang nyaman bagi si sakit dan orang yang menunggu ketimbang sisi bisnis. Paradigma mendesain rumah sakit barangkali perlu mendapat pencerahan. Semoga pada desain-desain yang baru tak ada lagi rumah sakit yang membuat orang-orang di dalamnya semakin sakit.
Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab
4 komentar:
public hospital di hk kayak kantor mi, gak asik kalo buat si penunggu/visitor..lorong2nya juga tertutup setengah tembok-kaca. desain rumah sakit sprtnya jg memperhatikan masalah iklim setempat yah, kebayang kl pas winter pasien lg didorong lewat lorong terbuka..brrr hehe
@anis, yoi Nis...bbrp RS baru di sini juga gitu kok. anyway dimana pun itu yg penting mesti memperhatikan lingkungan dan manusia2nya. kalo surabaya kan puanaasss...bahkan lg musim ujan pun, tetep puanasss hehehe..
mas anis, kapan2 kalo ndesign rumah saya kontak ya, tapi kao mau ndesigns isinya gantian kontak ane.. hehe disini mebel jati jepara
saya pernah krsana mas anis, terlihat menyenakan dari arsitekturnya. mungkin jika ditambah furniture dari jepara pasti tambah iyes....
Posting Komentar