jangan terkecoh! ini bukan tulisan tentang arsitektur masjid berkubah emas di satu daerah di sekitar Depok. ini hanya obrolan antara saya dan teman-teman beberapa waktu lalu. bermula dari salah satu liputan teman yang membahas masjid yang terkenal itu. saya agak menyesalkan isi tulisannya yang terlalu memuji-muji bangunan tersebut--tapi dari sisi "sepuhan emas 24 karatnya", bukan karena kelebihan lain, misalnya arsitektur, ornamentasi atau hal lain yang mungkin lebih penting. saya tidak berniat mengutarakan hal ini, tapi di antara omong-omongan itu entah mengapa terlontar juga celetukan iseng saya: "ooo...jadi asal ada emasnya, si masjid pasti lebih bagus dari yang lainnya yah."
dan teman saya itu mungkin tersinggung, atau tersadar, tapi lalu dia mempertahankan diri: "bukan begitu maksudnya, kalau ada emasnya kan jadi spesial banget, lebih mulia (dari kata logam mulia??), berarti kita menempatkan masjid sebagai yang terbaik karena materialnya juga yang terbaik."
(saya) "terus apa pengaruhnya, emang ibadahnya juga lebih baik daripada di masjid lain?" yah, memang saya bukan pengikut "aliran" bahwa tempat ibadah harus bagus, mewah, mengkilap. justru kalau bisa kumuh, jelek, ada di terminal yang hingar bingar, bau sampah pasar, tapi tantangannya: ibadah bisa tetap khusyu'. (maaf kalau terlalu ekstrim).
jadilah obrolan kemarin itu ajang perdebatan yang membosankan. apalagi ternyata teman-teman yang lain lebih setuju dengan teman saya tadi. beberapa komentar mereka:
>"ya bagus-bagus aja sih, itu menandakan islam sedang berjaya, alhamdulillah"
>"lebih banyak positifnya kok, sekarang malah jadi tempat tujuan wisata, kan"
>"masjid ini bukti kemegahan islam, jadi agama lain yang melihat lebih hormatin muslim"
>"loe udah pernah ke sana belum, belum kan? coba deh ke sana, pasti loe bakal mengagumi masjid itu karena memang luar-dalamnya indah banget" (mulai lagi deh puji-pujian berlebihannya)
saya yang kalah akhirnya cuma berkomentar: "mending uangnya dikasih ke yang membutuhkan atau bangun sejuta masjid lain yang lebih sederhana." Yah... memang terserah yang punya uang, yang penting halal.
Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab